Sungai Silugonggo Juwana, Benarkah Dulunya Sebuah Selat?

Sungai Silugonggo Juwana, Benarkah Dulunya Sebuah Selat?

JUWANA.NET – Sungai yang membentang panjang di kota JUWANA sekarang menjadi salah satu pusat pencarian rizki para penduduk sekitar dengan cara melaut (nelayan). Banyak yang tidak mengetahui awal mula terbentuknya sungai silugonggo JUWANA tersebut. Kalau kita nalar secara akal sebuah pelabuhan biasanya terletak di pinggiran laut, tapi di sungai silugonggo tersebut terdapat sebuah pelabuhan atau bisa di bilang tempat parkirnya kapal-kapal para nelayan setempat. Minimnya sebuah informasi di media online ataupun media cetak membuat banyak orang yang belum mengetahui kenapa ada sungai besar di JUWANA. Sungai silugonggo yang sekarang ini banyak di manfaat oleh para nelayan setempat dulunya adalah sebuah SELAT.

Di ambil dari beberapa sumber yang ada, konon katanya arti dan makna “Silugonggo” berasal dari kata lugong atau silogong atau jlegong yang berarti sungai yang suci atau disucikan.

Sebelum abad ke 16 Masehi, konon katanya pegunungan muria terpisah dengan pulau jawa. Antara gunung muria dan pulau jawa tersebut di pisahkan oleh sebuah selat. Kota pati utara kudus dan jepara dulunya berada di daratan gunung muria. Dengan seiring berjalannya waktu terjadilah pendangkalan di selat tersebut dan pada akhirnya selat tersebut menyempit dan sekarang menjadi sungai silugonggo. Kalau di amati dari teori yang terebut, berarti JUWANA sendiri awalnya adalah sebuah laut yang mengalami pendangkalan menjadi payau atau rawa-rawa.

Teori tersebut dikuatkan oleh beberapa kenyataan sejarah. Antara lain adalah sejarah kerajaan Demak Bintoro. Kerajaan Demak adalah kerajaan maritim dan pusat pemerintahannya di daerah Glagah Wangi. Tetapi daerah Glagah Wangi saat ini jaraknya sekitar 30 km dari pantai. Jadi dulunya Glagah Wangi adalah pantai, namun lambat laun karena pendangkalan akhirnya pantainya bergeser ke utara menjauh dari Glagah Wangi.

Jadi saat itu (kalau menurut teori ini), Pelabuhan Juwana awalnya berada di selat. Dan selat ini pada masa lalu merupakan jalur perdagangan yang menghubungkan Demak dan Tuban sebagai Pelabuhan terbesar saat itu. Dan bisa jadi pelabuhan Juwana adalah tempat transit di antara keduanya. Dengan kata lain Pelabuhan Juwana sejak zaman dulu telah ramai dikunjungi kapal-kapal dagang maupun kapal nelayan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *